Hai jerawat, mengapa adanya kamu??? hummm... kata temanku aku kurang menjaga kebersihan mukaku, OMG... apakah aku kurang menyayangi diriku??? Dulu tak ada kamu, sekarang ada kamu, sekarang ada kamu besok tak ada kamu???
Biru itu langit, Biru itu laut, Biru itu safir, Biru itu mawar, Biru itu Lengkapi puluhan warna... Biru itu nadi, Biru itu rasa, Biru itu damai, Biru itu lembut, Biru itu tenang, Biru itu sejuk, Biru itu indah, Biru itu anugerah... Biru itu hatiku, Biru itu mengalir hingga ke urat sarafku...
Senin, 27 Desember 2010
Kamis, 11 November 2010
Akuuuu Bisa !!!
Pertama kali dengar lagunya dTVRI, dinyanyikan seorang anak bernama shifa. Tadinya tidak ngeh sama sekali, tapi karena suara shifa yang merdu jadi agak malas buat pindahin channelnya. Lama-lama didengarkan ternyata lirik nie lagu keren sekali, penuh semangat, dan bertambah menarik karena dibawakan shifa dengan ceria. Dan ternyata lagu ini sudah lama dinyanyikan oleh AFI Junior. Kalau tidak salah lagu ini juga menjadi brand sebuah produk susu. Hummm... kira-kira begini lah liriknya...
AKU PASTI BISA
Kadang ku takut dan gugup
Dan ku merasa oh-oh tak sanggup
Melihat tantangan di sekitarku
Aku merasa tak mampu
Namun ku tak mau menyerah
Aku tak ingin berputus asa
Dengan gagah berani aku melangkah
Dan berkata aku bisa…
Reff:
Aku bisa… aku pasti bisa…
Ku harus terus berusaha
Bila ku gagal itu tak mengapa
Setidaknya ku tlah mencoba
Aku bisa… aku pasti bisa…
Ku tak mau berputus asa
Kucoba terus coba sampai ku bisa
Aku Pasti Bisa!!!
Semoga selalu Bersemangat yaa ^_^
Kamis, 28 Oktober 2010
Belajar Sederhana
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana,
dengan kata yang tak sempat diucapkan api kepada kayu
yang menjadikannya abu…
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana,
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan
yang menjadikannya tiada…
Biarkanlah aku belajar mencintaimu dengan hatiku,
bersama masa yang terjalin...
Biarkanlah aku mengumpulkan sinarnya,
bersama mentari dan rembulan...
Biarkanlah aku merekatkan tepi-tepinya,
bersama pagi dan senja...
Karena aku hanya ingin belajar mencintaimu dengan sederhana,
Cinta yang tak mewah namun bersahaja...
Maria Matan
Bisuku
Aku si diam membisu
Tapi aku juga tak mau jadi si dungu
Aku hanya tak ingin diriku dirajai nafsu
Tabu bagiku untuk merindu yang bukan hakku
Salah bagiku untuk datang lebih dulu bercerita sendu
Aku hanyalah pungguk merindu
Yang takut pada dosa yang menghalangi kalbu
Kucemaskan akhirat tempat akhirku
Agar dapat ku bertemu Tuhanku dengan cinta yang terpadu
Biar saja ku simpan segala haru biru
Semoga kelak datang anugerah Tuhan pada diriku
Memberikan pilihan jalan kebaikan pada hatiku
Yang terbaik dariku: Maria Matan
Kamis, 24 Juni 2010
Izinkan ku tutup mataku sebentar Tuhan....
Tuhan...
Izinkan ku tutup mataku sekejap saja
Biat tak ada yang lihat air mataku
Biar tak ada yang tau sedihku
Biar tak ada yang tau perih hatiku
Tuhan...
Izinkan ku tutup kedua mataku sebentar saja
Biarkan ku menjauh sesaat dari segala keindahan maya
Biarkan egoku tersadar jika temanku hanyalah waktu dan sepi
Biarkan asaku menyatu dalam satu pasrahku
Tuhan...
Izinkan ku tutup kedua mataku sesaat saja
Biarkan nurani terangi jalan yang kian temaram
Biarkan ku bersimuh disisa waktu yang ku punya
Biarkan jemariMu membimbing langkah hati yang kian terseok
Tuhan...
Izinkan kututup kedua mataku sedetik saja
Hatiku lumpuh, tersudut dikesepian tak berujung
Jiwaku dahaga, rindu segarnya biasan zam-zamMu
Rinduku menggelora, Lantunkan indah bait-bait syairMU
By; mai, ba'da maghrib...
Tentang Indah
Biarkan aku menangis sebanyak waktu yang ku punya
Hatiku sudah terlalu lelah
Jiwaku sudah terlalu rapuh
Kakiku pun terikat sepi
Hampir ku tak percayai waktu
Hampir ku tak percayai warni-warni cemarlang pelangi
Hampir ku tak percayai gemerisik merdu senandung bambu
Hampir tak ku percayai tarian ombak dipantai biru
Tapi air mata membisikan padaku...
Pelangi hanya terbentang setelah hujan deras melanda
Gemerisik merdu senandung bambu hanya terdengar disore nan teduh setelah siang yang menyengat
Tarian indah sang ombak hanya tampak setelah badai menerpa
By: mai
Kamis, 10 Juni 2010
Maria al-Qabtiyyah
Maria al-Qabtiyyah (Arab: مارية القبطية, alternatif: Maria Qupthiyah atau Maria orang Koptik) (meninggal 637) adalah seorang budak Kristen Koptik yang dikirimkan sebagai hadiah dari Muqawqis, seorang pegawai Bizantium, kepada nabi Islam Muhammad pada tahun 628. Menurut sebagian tokoh Islam, dia juga merupakan istri Muhammad, and "Ibu Orang-Orang Mu'min" (Arab: Ummul Mu'min), sumber lain seperti Ibnul Qayyim menyatakan bahwa dia hanya seorang selir. Dia merupakan ibu dari putra Muhammad Ibrahim, yang meninggal ketika masih kecil. Sudaranya, Sirin, juga dikirimkan kepada Muhammad; Muhammad kemudian memberikannya kepada pengikutnya Hassan bin Tsabit. Maria tidak pernah menikah lagi setelah kematian Muhammad di tahun 632, dan dia meninggal lima tahun kemudian. Hari kelahirannya sampai saat ini tidak diketahui. Juga, tidak ada sumber-sumber kuat yang menyebutkan usianya.
Tentang nasab Mariyah, tidak banyak yang diketahui selain nama ayahnya. Nama lengkapnya adalah Mariyah binti Syama’un dan dilahirkan di dataran tinggi Mesir yang dikenal dengan nama Hafn. Ayahnya berasal dan Suku Qibti, dan ibunya adalah penganut agarna Masehi Romawi. Setelah dewasa, bersarna saudara perempuannya, Sirin, Mariyah dipekerjakan pada Raja Muqauqis.
Pada tahun 6 SH (627 – 628 M), Muhammad disebutkan menulis surat kepada pengusaha kaya Timur Tengah, yang membahasa kepercayaan baru dan mengajak pengusaha itu untuk bergabung. Apa yanng merupakan isi dari bagian surat dapat ditemukan dalam kitab Tarikh at-Tabari karya Muhammad bin Jarir at-Tabari, yang ditulis 250 tahun setelah kejadian itu diriwayatkan. Tabari menulis bahwa seorang utusan dikirimkan kepada Pemerintah Mesir, al-Muqawqis. Catatan dalam edisi State University of New York karya Tabari menjelaskan bahwa hal tersebut tampak sama dengan versi Koresh dari Kaukasus, yang merupakan Partiark Bizantium dari Alexandria. Catatan tersebut menambahkan bahwa Koresh tidak menjadi Patriark hingga tahun 631, dan sebuah laporan yang menyatakan bahwa ia ditempatkan di Mesir tiga hingga empat tahun lebih awal masih dipertanyakan.
Tabari, walaupun begitu, mengulang kedatangan Maria dari Mesir:
Di tahun ini, Hātib b. Abi Balta'ah kembali dari al-Muqawqis membawa Māriyah dan saudaranya Sīrīn, bagal betinyanya Duldul, dan keledainya Ya'fūr, dan pakaian-pakaian. Dengan dua wanita al-Muqawqis, telah dikirimkan kepadanya seorang kasim, dan surat tersebut ada padanya. Hātib telah mengajaknya masuk Islam sebelum akhirnya tiba bersama mereka, dan begitu pula Māriyah saudaranya. Rasulullah menempatkan mereka untuk sementara dengan Ummu Sulaym binti Milhān. Māriyah sangat cantik. Nabi mengirim saudaranya Sīrīn kepada Hassān bin Tsābit dan dia melahirkan 'Abdul Rahmān bin Hassān.—Tabari, Tarikh at-Tabari.
Dari Mesir ke Yastrib
Rasulullah mengirim surat kepada Muqauqis melalui Hatib bin Baltaah, rnenyeru raja agar memeluk Islam. Raja Muqauqis menerima Hatib dengan hangat, namun dengan ramah dia menolak memeluk Islam, justru dia mengirimkan Mariyah, Sirin, dan seorang budak bernama Maburi, serta hadiah-hadiah hasil kerajinan dari Mesir untuk Rasulullah. Di tengah perjalanan Hatib rnerasakan kesedihan hati Mariyah karena harus rneninggalkan kampung halamannya. Hatib rnenghibur mereka dengan menceritakan Rasulullah dan Islam, kemudian mengajak mereka merneluk Islam. Mereka pun menerirna ajakan tersebut.
Rasulullah teläh menerima kabar penolakan Muqauqis dan hadiahnya, dan betapa terkejutnya Rasulullah terhadap budak pemberian Muqauqis itu. Beliau mengambil Mariyah untuk dirinya dan menyerahkan Sirin kepada penyairnya, Hasan bin Tsabit. Istri-istri Nabi yang lain sangat cemburu atas kehadiran orang Mesir yang cantik itu sehingga Rasulullah harus menitipkan Mariyah di rumah Haritsah bin Nu’man yang terletak di sebelah rnasjid.
Pernikahan dengan Muhammad SAW
Banyak sumber Muslim mengatakan bahwa Muhammad kemudian memerdekakan dan menikahi Maria, namun ini tidak jelas apakah ini fakta historis atau apologi historis. Masalah lain, budak tidak secara otomatis merdeka karena masuk Islam, sehingga hal ini tidak begitu jelas mengapa Maria harus dimerdekakan jika dia siap diislamkan.
Muhammad tinggal dalam rumah bata lumpur dekat dengan masjid Madinah, dan setiap istrinya memiliki ruang tersendiri dalam rumah bata itu, yang dibangun dalam bentuk barisan yang dekat dengan ruangannya. Maria, walau begitu, tetap ditempatkann di rumah di tepi Madinah. Maria juga tidak dikategorikan sebagai istri dalam beberapa sumber paling awal, seperti dalam catatan Ibnu Hisyam dalam Sirah Ibnu Ishaq.Sumber-sumber Muslim sepakat bahwa dia merupakan kehormatan yang sama yang dimenjadi istri Muhammad, dengan anggapan bahwa dia diberi gelar yang sama seperti istri-istri Muhammad lain – "Ibu orang-orang Mu'min."
Maria memberikan Muhammad seorang putra, Ibrahim bin Muhammad. Hanya satu istri Muhammad lainnya, Khadijah yang telah meninggal, telah memberikannya anak. Ibrahim meninggal ketika masih dalam masa pertumbuhan. Perhatian Muhammad terhadap Maria diyakini menyebabkan kecemburuan diantara istri-istri lain. Hal itu tidak dapat teratasi hingga turunnya surah ke-66 dalam Al-Qur'an dengan subyek Maria. Berikut ini adalah bagian surah tersebut:
Hai Nabi, mengapa kamu mengharamkan apa yang Allah menghalalkannya bagimu; kamu mencari kesenangan hati istri-istrimu? Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Sesungguhnya Allah telah mewajibkan kepada kamu sekalian membebaskan diri dari sumpahmu; dan Allah adalah Pelindungmu dan Dia Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. Dan ingatlah ketika Nabi membicarakan secara rahasia kepada salah seorang dari istri-istrinya (Hafshah) suatu peristiwa. Maka tatkala (Hafshah) menceritakan peristiwa itu (kepada Aisyah) dan Allah memberitahukan hal itu (semua pembicaraan antara Hafshah dengan Aisyah) kepada Muhammad lalu Muhammad memberitahukan sebagian (yang diberitakan Allah kepadanya) dan menyembunyikan sebagian yang lain (kepada Hafshah). Maka tatkala (Muhammad) memberitahukan pembicaraan (antara Hafshah dan Aisyah) lalu Hafshah bertanya, "Siapakah yang telah memberitahukan hal ini kepadamu?" Nabi menjawab, "Telah diberitahukan kepadaku oleh Allah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal". Jika kamu berdua bertobat kepada Allah, maka sesungguhnya hati kamu berdua telah condong (untuk menerima kebaikan); dan jika kamu berdua bantu-membantu menyusahkan Nabi, maka sesungguhnya Allah adalah Pelindungnya dan (begitu pula) Jibril dan orang-orang mukmin yang baik; dan selain dari itu malaikat-malaikat adalah penolongnya pula. Jika Nabi menceraikan kamu, boleh jadi Tuhannya akan memberi ganti kepadanya dengan istri-istri yang lebih baik daripada kamu, yang patuh, yang beriman, yang taat, yang bertobat, yang mengerjakan ibadah, yang berpuasa, yang janda dan yang perawan.—At-Tahrim [66]:1–5
Sebagian penulis Barat, seperti Gilchrist dan Rodinson, merasa bahwa "kisah sang kekasih" merupakan versi yang yang telah mengalami pengurangan terhadap kisah Maria.
Ibrahim bin Muhammad
Allah menghendaki Mariyah al-Qibtiyah melahirkan seorang putra Rasulullah setelah Khadijah r.a. Betapa gembiranya Rasulullah mendengar berita kehamilan Mariyah, terlebih setelah putra-putrinya, yaitu Abdullah, Qasim, dan Ruqayah meninggal dunia.
Mariyah mengandung setelah setahun tiba di Madinah. Kehamilannya membuat istri-istri Rasul cemburu karena telah beberapa tahun mereka menikah, namun tidak kunjung dikaruniai seorang anak pun. Rasulullah menjaga kandungan istrinya dengan sangat hati-hati. Pada bulan Dzulhijjah tahun kedelapan hijrah, Mariyah melahirkan bayinya yang kemudian Rasulullah memberinya nama Ibrahim demi mengharap berkah dari nama bapak para nabi, Ibrahim a.s.. Lalu beliau memerdekakan Mariyah sepenuhnya. Kaum muslimin menyambut kelahiran putra Rasulullah . dengan gembira.
Akan tetapi, di kalangan istri Rasul lainnya api cemburu tengah membakar, suatu perasaan yang Allah ciptakan dominan pada kaum wanita. Rasa cemburu sernakin tampak bersamaan dengan terbongkarnya rahasia pertemuan Rasulullah . dengan Mariyah di rumah Hafshah sedangkan Hafshah tidak berada di rumahnya. Hal ini menyebabkan Hafshah marah. Atas kemarahan Hafshah itu Rasulullah rnengharamkan Mariyah atas diri beliau. Kaitannya dengan hal itu, Allah telah menegur lewat firman-Nya:
“Hai Muhammad, mengapa kamu mengharamkan apa yang Allah menghalalkannya bagimu; kamu mencari kesenangan hati istri-istrimu? Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. “ (QS. At-Tahriim:1)
Aisyah mengungkapkan rasa cemburunya kepada Mariyah, “Aku tidak pernah cemburu kepada wanita kecuali kepada Mariyah karena dia berparas cantik dan Rasulullah sangat tertarik kepadanya. Ketika pertama kali datang, Rasulullah menitipkannya di rumah Haritsah bin Nu’man al-Anshari, lalu dia menjadi tetangga kami. Akan tetapi, beliau sering kali di sana siang dan malam. Aku merasa sedih. Oleh karena itu, Rasulullah memindahkannya ke kamar atas, tetapi beliau tetap mendatangi tempat itu. Sungguh itu lebih menyakitkan bagi karni.” Di dalam riwayat lain dikatakan bahwa Aisyah berkata, “Allah memberinya anak, sementara kami tidak dikaruni anak seorang pun.”
Beberapa orang dari kalangan golongan munafik menuduh Mariyah telah melahirkan anak hasil perbuatan serong dengan Maburi, budak yang menemaninya dari Mesir dan kemudian menjadi pelayan bagi Mariyah. Akan tetapi, Allah membukakan kebenaran untuk diri Mariyah setelah Ali ra. menemui Maburi dengan pedang terhunus. Maburi menuturkan bahwa dirinya adalah laki-laki yang telah dikebiri oleh raja.
Pada usianya yang kesembilan belas bulan, Ibrahim jatuh sakit sehingga meresahkan kedua orang tuanya. Mariyah bersama Sirin senantiasa menunggui Ibrahim. Suatu malarn, ketika sakit Ibrahim bertambah parah, dengan perasaan sedih Nabi . bersama Abdurrahman bin Auf pergi ke rumah Mariyah. Ketika Ibrahim dalam keadaan sekarat, Rasulullah . bersabda, “Kami tidak dapat menolongmu dari kehendak Allah, wahai Ibrahim.” Tanpa beliau sadari, air mata telah bercucuran. Ketika Ibrahim meninggal dunia, beliau kembali bersabda, “Wahai Ibrahim, seandainya ini bukan penintah yang haq, janji yang benar, dan masa akhir kita yang menyusuli masa awal kita, niscaya kami akan merasa sedih atas kematianmu lebih dari ini. Kami semua merasa sedih, wahai Ibrahim… Mata kami menangis, hati kami bersedih, dan kami tidak akan mengucapkan sesuatu yang menyebabkan murka Allah.”
Demikianlah keadaan Nabi ketika menghadapi kematian putranya. Walaupun tengah berada dalam kesedihan, beliau tetap berada dalam jalur yang wajar sehingga tetap menjadi contoh bagi seluruh manusia ketika menghadapi cobaan besar. Rasulullah . mengurus sendiri jenazah anaknya kemudian beliau menguburkannya di Baqi’.
Saat Wafatnya
Setelah Rasulullah wafat, Mariyah hidup menyendiri dan menujukan hidupnya hanya untuk beribadah kepada Allah. Dia wafat lima tahun setelah wafatnya Rasulullah, yaitu pada tahun ke-46 hijrah, pada masa pemerintahan Khalifah Umar bin Khattab. Khalifah sendiri yang menyalati jenazah Sayyidah Mariyah al-Qibtiyah, kemudian dikebumikan di Baqi’. Semoga Allah menempatkannya pada kedudukan yang mulia dan penuh berkah. Amin.
dari *WIKIPEDIA
Referensi
- Gilchrist, John. Muhammad and the Religion of Islam. Benoni, Republic of South Africa, 1986.
- Ibnu Ishaq, translation by A. Guillaume (1955). The Life of Muhammad. Oxford University Press.
- Rodinson, Maxime Muhammad. Random House, Inc., New York, 2002.
- Tabari (1997). Vol. 8 of the Tarikh al-Rusul wa al-Muluk. State University of New York Press.
- Istri-istri Rasulallah
Langganan:
Postingan (Atom)





